SEMIOTIKA STRUKTURAL (FERDINAND DE SAUSUSSRE)

 SEMIOTIKA STRUKTURAL

(Pengertian dan Prinsip Pemikiran Semiotika Saussure & 
Konsep-Konsep Kunci )


Pengertian Semiotika 

Semiotika, dijelaskan oleh Ferdinand de Saussure dalam bukunya Course in General Linguistic (1916), adalah ilmu yang mempelajari:

  • Peran tanda sebagai bagian dari kehidupan sosial
  • Struktur, jenis, tipologi, serta hubungan-hubungan (relasi-relasi) tanda, dalam penggunaannya di dalam masyarakat
  • Hubungan di antara komponen-komponen tanda, dan hubungan antara komponen-komponen tersebut dengan masyarakat pemakainya.  

Prinsip Pemikiran Saussure dalam Semiotika 

Ada beberapa prinsip yang sangat mendasar pada pemikiran Saussure dalam teori Semiotikanya, yang terdiri dari:

1. Prinsip Struktural

2. Prinsip Kesatuan

3. Prinsip Konvensional

4. Prinsip Sinkronik

5. Prinsip Representasi

6. Prinsip Kontinuitas  


Semiotika Struktural 

Saussure memandang relasi tanda sebagai relasi struktural, yang di dalamnya tanda dilihat sebagai satu kesatuan antara sesuatu "material dan sesuatu yang konseptual". Oleh Roland Barthes (penerus Saussure), material disebut penanda (signifier), sedangkan konseptual disebut petanda (signified).

Semiotika Kesatuan 

Sebuah tanda merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara penanda yang bersifat konkrit atau material (suara, tulisan, gambar, objek) dan bidang petanda (konsep, ide, gagasan, makna), seperti dua sisi dari selembar kertas yang tidak mungkin dipisahkan

Semiotika Konvensional 

Relasi struktural antara sebuah penanda dan petanda, dalam hal ini sangat bergantung pada apa yang disebut konvensi, yaitu kesepakatan sosial tentang bahasa (tanda dan makna) di antara komunitas bahasa.

Semiotika Sinkronik 

Keterpakuan pada relasi struktural menempatkan semiotika struktural sebagai kecenderungan kajian sinkronik, yaitu kajian tanda sebagai sistem yang tetap di dalam konteks waktu yang dianggap konstan, stabil, dan tidak berubah.  

Semiotika Representasi 

Semiotika struktural dapat dilihat sebagai sebentuk representasi, dalam pengertian sebuah tanda merepresentasikan suatu realitas yang menjadi rujukan atau referensinya.

Semiotika Kontinuitas 

Semiotika struktural cenderung melihat relasi antara sistem tanda dan penggunaannya secara sosial sebagai suatu continuum


Konsep-Konsep Kunci dalam Semiotika Struktural 

Penggunaan semiotika struktural dalam analisis objek-objek kebudayaan, memerlukan pemahaman mendalam terhadap konsep-konsep kunci, yang terdiri dari:  

Langue-Parole,   Penanda-Petanda,  Kode,  Paradigmatik-Sintagmatik,  Denotasi-Konotasi,  Metonimi dan Metafora,      Tanda dan Mitos 

Konsep-Konsep Kunci dalam Semiotika Struktural: Langue-Parole

Langue adalah bahasa dalam wujud sistemnya, yaitu seperangkat relasi dan aturan yang mengatur unsur-unsur tanda yang telah  disepakati bersama oleh masyarakat. 

Parole adalah bahasa pada tingkat penggunaannya didalam masyarakat. Parole adalah pengkombinasian tanda-tanda secara konkrit berupa ucapan, ekspresi, gerak tubuh, tindakan atau produksi objek-objek berlandaskan pada perbendaharaan tanda yang ada, serta aturan main yg telah disepakati bersama.  

Konsep-Konsep Kunci dalam Semiotika Struktural: Penanda-Petanda

Istilah penanda-petanda berada dlm konteks pembicaraan tentang struktur tanda.

Saussure menjelaskan tanda sbg kesatuan antara penanda dan petanda. Penanda untuk menjelaskan bentuk ekspresi tanda, sedangkan Petanda untuk menjelaskan konsep atau makna tanda. 
 

Konsep-Konsep Kunci dalam Semiotika Struktural: Kode

Analisis semiotika struktural terhadap  objek-objek kebudayaan menaruh perhatian pada relasi sistemik antara perbendaharaan tanda, aturan pengkombinasiannya (code), serta konsep-konsep yang berkaitan dengannya. Ada kode tertentu yang  melandasi pengkombinasian elemen-elemen tanda yang berlaku di dalam sebuah komunitas bahasa.

Kode adalah seperangkat aturan atau konvensi bersama yg di dalamnya tanda-tanda dapat dikombinasikan, sehingga memungkinkan pesan dikomunikasikan dari seseorang kepada orang lain. 

Konsep-Konsep Kunci dalam Semiotika Struktural: Pradigmatik-Sintagmatik

Menurut Roland Barthes, analisis tanda berdasar sistem atau kombinasi yang lebih besar ini (kalimat, buku), melibatkan pada aturan pengkombinasian yang  terdiri dari dua aksis, yaitu aksis paradigmatik, yaitu perbendaharaan tanda atau kata (seperti kamu), serta aksis sintagmatik, yaitu cara pemilihan dan pengkombinasian tanda-tanda, berdasarkan aturan atau kode tertentu sehingga dapat menghasilkan ekspresi bermakna.

Konsep-Konsep Kunci dalam Semiotika Struktural: Denotasi dan Konotasi 

Barthes menyebut tingkatan tanda yang penandanya mempunyai tingkat konvensi atau kesepakatan yang  tinggi—dan sebaliknya, tingkat keterbukaan makna yang rendah— sebagai denotasi, yaitu tanda yang menghasilkan makna-makna eksplisit. Sementara tingkatan tanda yg penandanya mempunyai ciri keterbukaan makna disebutnya konotasi, yaitu penanda yg dapat menghasilkan makna lapis kedua yg bersifat implisit, dan tersembunyi. (Piliang, 2012:353) 

Konsep-Konsep Kunci dalam Semiotika Struktural: Tanda Mitos 

Mitos adalah sebuah cerita dimana suatu kebudayaan menjelaskan atau memahami beberapa aspek dari realitas atau alam. Mitos dalam pemahaman semiotika Barthes adalah pengkodean makna dan nilai-nilai sosial (yang sebetulnya arbitrer, terbuka, plural, dan konotatif) sebagai sesuatu yang  dianggap alamiah.  

Konsep-Konsep Kunci dalam Semiotika Struktural: Tanda Metafora dan Metonimi 

Metafora adalah “perbandingan tersirat” di antara dua hal. Di sini metafora dipandang sebagai simile dengan predikasi similaritas—dalam bahasa verbal sering ditandai dengan kata penghubung seperti, bagaikan, laksana, bak—yang disembunyikan atau dilesapkan.

Figur retoris yang kedua, metonimi diturunkan berdasarkan pada prinsip kontiguitas (keberdampingan; kemelakatan)

No comments:

Featured Post

SEMIOTIKA STRUKTURAL (FERDINAND DE SAUSUSSRE)

Powered by Blogger.